Kerajaan Pontianak letaknya di kawasan strategis bagi pelayaran dan perdagangan, sehingga tidak luput dari perhatian para bajak laut. Setelah adanya jaminan keamanan berdagang dari Sultan, maka lalu lintas pelayaran niaga mulai mengalami kemajuan dengan ramainya kedatangan para pedagang ke Pontianak, baik dari luar maupun di sekitar Kerajaan Pontianak yang berada di wilayah Kalimantan Barat. Posisi pusat kerajaan yang letaknya berada di muara sungai Kapuas dan Landak yang erat hubungannya dengan faktor geografis, sehingga sangat penting dalam hubungan kegiatan lalu lintas perdagangan. Letak lokasi Kerajaan Pontianak yang strategis diperkuat oleh pendapat Charles M. Cooley bahwa dalam hubungan lalu lintas inilah yang menjadi sebab utama pusat kerajaan yang terletak di muara atau di pertemuan sungai mengalami kemajuan di bidang perdagangannya.
Campur tangan VOC dalam urusan intern kerajaan membawa Pontianak terlibat dalam pertikaian politik dan ekonomi antarkerajaan. Perebutan kekuasaan di wilayah Kalimantan Barat menjadi kompleks dengan adanya konflik perbatasan antara Mempawah dan Sambas. Meskipun konflik itu dapat diselesaikan melalui perantaraan Sultan Syarif Abdurrahman, namun kemudian perselisihan antara Panembahan Mempawah dan Sultan Syarif Abdurrahman mulai meningkat. Faktor ini disebabkan Panembahan Mempawah tidak memenuhi pembayaran denda sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. Sultan Syarif Abdurrahman berusaha untuk menaklukan Mempawah dengan meminta bantuan kepada VOC bahwa Panembahan Mempawah adalah musuh besarnya, disebabkan munculnya persaingan perdagangan antar kedua kerajaan.
Di sisi lain, hubungan Pontianak dengan VOC telah memberikan keuntungan bagi VOC, secara perlahan menggeser otoritas Sultan dengan memperoleh hak politik dan ekonomi untuk mengatur kekuasaannya di Pontianak.
Pada akhir abad ke-18, VOC mengalami kebangkrutan akibat merajalelanya korupsi yang berdampak pada krisis keuangannya. EIC2 menggantikan kekuasaan VOC dalam waktu cukup singkat. EIC kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah Belanda, pemerintah Belanda melanjutkan politik VOC dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik serta penghasilan sebagai upeti dan laba perdagangan.
SEJARAH KESULTANAN MELAYU SANGGAU
Nama sanggau diambil dari sebuah nama batang sungai sanggau. Menurut lidah atau spiling Melayu asli Sangau, perkataan sanggau yang asli adalah “sangau”. Jika mengacu dengan sejarah Sanggau, secara mitos (Zahri Abdullah, 2006) kesultanan sanggau dimulai dengan legenda Dayang Mas yang bersuamikan Nurul Kamal keturunan kiyai Kerang dari Banten. Kiyai Kerang dari Banten . Dayang Mas kemudian digantikan oleh Dayang Puasa dengan gelar Nyai Sura yang dibantu suaminya, Abang Awal keturunan Sultan Embau dan dijaman tersebut, sultan sanggau menjalin persahabatan dengan sultan Sintang yakni Sultan Zubair.
Sejarah kesultanan Sanggau yang sebenarnya adalah bermula dari seorang utusan dari tanah Jawa, terutama Daerah Banten yang bernama Kiayi Patih Gemintir. Kiayi Patih Gemintir merupakan salah seorang murid kepada Maulana Malik Ibrahim (Wali Songo), yang sengaja diutus untuk berdakwah di daerah pedalaman Kalimantan. Meskipun tidak disebutkan pedalaman Kalimantan secara spesifik, tetapi tedapat ahli sejarah mengatakan bahwa ketika Maulana Malik Ibrahim berdagang sambil berdakwah di Gresik, dan daerah Banten. Beliau telah mendirikan sebuah pondok pesantren di Banten, banyak santrinya dari berbagai daerah yang belajar agama di pondok pesantren tersebut, dan banyak menjadi ulama. Terdapat suatu catatan sejarah menggunakan bahasa Arab Jawi (Arab Melayu) bahwa Kiayi Patih Gemintir merupakan gelar kebesaran Abang Abdurrahman yang berkuasa pada tahun 1450-1458 M. Abang Abdurrahman lah orang pertama yang mendirikan sultan Mengkiang dan orang pertama yang menggunakan nama “ABANG” di Sanggau.
Diprediksikan, jauh sebelum Sultan Abang Abdurrahman (1450-1485 M) mendirikan sebuah kesultanan di Mengkiang, mungkin agama Islam juga pernah masuk ke Mengkiang, Sanggau dari kesultanan Brunei Darussalam. Asumsi ini didasarkan pada suatu pandangan geografi, arkeologi dan antropologi. Di dalam catatan sejarah Cina, bahwa pada tahun 1370 M Brunei atau Puni pada masa itu rajanya yang bernama Ma-ha-mo-sya (Sultan Mohammad Syah). Jadi dapat kita simpulkan bahwa kesultanan Sanggau ada hubungannya dengan kesultanan dari Brunei Darussalam.
KERAJAAN SINTANG
Kerajaan Sintang terletak dipedalaman kalimantan Barat ,kerajaan sintang kaya akan dengan jenis kayu3 yang menjadi komoditas dagang,kerajaan sintang juga mempunyai potensi ekonomi yang amat besar.Dan ternyata hubungan kedua kalimantan barat dengan dunia luar ialah dengan kerajaan jawa hindu dari majapahit kontak itu menghasilkan kerajaan yang mengakui kekuasaan majapahit seperti sukadana landak dan tanah tanah pinoh .
Pada awalnya kerajaan sintang bercorak hindu budha kemudian melanjutkan dengan masuknya agama islam dan negara atau kerajaan disebut kesultanan.bahkan setelah sintang menjadi kerajaan hindu ,islam dan kemudian dibawah pemerintahan kolonial belanda.
Kerajaan sintang terletak diantara kerajaan kerajaan disungai kapuas diantaranya ,kerajaan banjarmasin dan berkaitan dengan kerajaan yang berada di hilir kerajaan sintang sekadau,sanggau,tayan meliau,kerajaan yang berada dihulu kerajaan sintang silat , suhaid, selimbau,piasa, jongkong, bunut.
Masuknya penjajah penjajah ke daerah sintang yang menyebabkan terjadinya perlawanan perlawan didaerah sintang dan menybabakan kerajaan sintang runtuh adapun perlawanan perlawanan yang berada dikota sintang yaitu serangan terhadap ibu kota yang dipimpin oleh Haji Mohammad Saleh pada malam 29 april yang pada waktu itu digeledah dan mereka menemukan pengangkatannya pada sesuatu jabatan dengan cap setempel pangeran Mas Nata Wijaya.
Ekspedisi milter dan laporan espedisi ternyata semua dengan nama islam seruan melakukan perlawanan bersenjata terhadap belanda seperti yang terjadi dengan perang banjarmasin ,pangeran mas nata wijaya menggunakan islam sebagai pengobar semangat,tetapi rupanya ini hanya berlaku bagi penduduk yang beragama islam sedangkan tidak bagi sub etnis dayak yang masih banyak memegang teguh kepercayaan asli mereka.
Ada pun pola yang dibuat oleh pandong ialah melakukan penyerangan setelah itu melahirkan diri akan tetapi sudah tidak lagi mempunyai pengikut akhirnya ia melahirkan diri ke serawak .Perlawanan dayak merka dan jungkat , perlawanan tebidah ,perlawanan raden paku jaya ,perlawanan panggi,perlawanan apang semangai itulah beberapa perlawanan yang terjadi dikota atau kerajaan sintang.
Perubahan kota sintang terletak pada infrastruktur nya sudah terlihat maju dari sebelumnya terdapat bandara yang ada pada kota sintang dan masih banyak lagi nya yang membuat kota sintang maju.
KERAJAAN TANJUNGPURA
Kerajaan Tanjungpura merupakan salah satu kerajaan tertua di Kepulauan Kalimantan yang kedudukannya disejajarkan dengan kerajaan-kerajaan lainnya di Nusantara. Sumber yang menyatakan tentang keberadaannya dapat dibaca dalam Negarakartagama karangan Mpu Prapanca pada masa Kertanagara(1268-1292) dari Singosari dan pada masa kerajaan majapahit dengan sumpah palapa patih mangkubumi Gaja Mada(1258 saka atau 1336 m).
Letak kerajaan tanjungpura di bagi menjadi dua yaitu ,negeri baru dari beberapa peninggalan sejarah di negeri baru (disebut juga benua lama) nampaknya daerah tersebut adalah salah satu pusat kerajaan di ketapang yang dalam tulisan para sejarahwan disebut Tanjungpura atau Tanjung Negara atau Bakulapura dengan ibu negerinya Tanjungpuri.
Kayong (Muliakerta) karena keadaan sudah berkembang dipilihlah suatu lokasi bernama kayung sebagai ibukota kerajaan matan.
Op raad zijner beide vrouwen boude brawijaya zich eene woning . niet ver van de plaats waar thans kayung. De hoopfdplaats van het matansche rijk( P,J,Veth 1854: 187) . penulis belanda menyebutnya kerajaan matan baru dipakai setelah Sultan Muhammad Zainuddin memindahkan pusat kerajaan dari Sukadana ke sungai Matan ( Ansar Rahman : 109-110).
Raja-raja yang berkuasa di kerajaan Tanjungpura .Brawijaya (1454-1472 ) Brawijaya keturunan dari Damarwulan. Damarwulan beranakkan sang ratu kencana, ratu kencana beranakkan Brawijaya dengan enam saudaranya yang lain. Yang tertua bernama lang buana, kedua jayapati . ketiga lang singapati ,keempat jayawani, kelima Indra Wadana, keenam wiaya wani, dan yang ketujuh Indra Wijaya.
Bapurung (1472-1487) putri junjung buih melahirkan dua putra, bapurung dan brangga sentap. Pada zaman raja bapurung. Kerajaan Tanjungpura seperti bunga mawar yang harum baunya, negeri yang makmur dengan penduduk yang ramai dan menguasai daerah yang luas di Kalimantan Barat.
Panembahan karang tunjung (1487-1504) , karang tanjung kawin dengan putri kilang dari Brunei mempunyai anak yang bergelar Sang Ratu Agung. Pada zaman penembahan karang tunjung inliah kerajaan Tanjungpura di Benua Lama dialihkan ke Sukadana yang letaknya sangat strategis , ditepi pantai yang terbuka, hubungan komunikasi dan perdagangan akan lebih berkembang sehingga menjadi Sukadana Bandar perniagaan yang ramai.
BERDIRINYA PEMERINTAHAN KOTA SINGKAWANG
Asal usul kata singkawang muncul dalam beberapa versi menurut bahasa. Dalam versi melayu dikatakan bahwa nama singkawang diambil dari nama tanaman “Tengkawang ” yang terdapat diwilayah hutan tropis. Awalnya singkawang menurut sebuah desa bagian dari wilayah kerajaan sambas. Desa singkawang sebagai tempat singgah para pedagang dan penambanga emas dari Monterado.
Waktu itu,mereka ( orang tionghoa ) menyebut yaitu singkawang dengan sebutan sang keuw jong , mereka berasumsi dari sisi geografis bahwa singkawang yang berbatasan langsung dengan laut Natuna serta terdapat pegunungan dan sungai , dimana airnya mengalir dari pegunungan melalui sungai sampai ke muara laut. Melihat perkembangan singkawang yang dinilai oleh mereka yang cukup menjanjikan, sehingga antara penambang tersebut beralih profesi ada yang menjadi petani dan pedagang di singkawang yang pada akhirnya para penambang tersebut tinggal dan menetap di singkawang.
Kelahiran pemerintahan kota singkawang tidak terlepas dari semangat otonomi daerah 4yang telah digulirkan pemerintah pusat, mulai pada 1959 hingga pada awal tahun 1999 melalui uud no 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah .
Pembentukan pemerintahan kota singkawang mengacau pada tujuan pemebentukan daerah baru ,sebagaimana tercantum dalam undang-undang nomor 27 tahun 1999,yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui : peningkatan pelayanan masyarakat percepatan pertumbuhan kehidupan ekonomi.percepatan pelaksaan pembangunan perekonomian daerah percepatan pengeolahan pontesi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban dan peningkatan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah .
Kejayaan kota singkawang yang pernah dicapai ketika itu baik dibidang ekonomi, pembangunan sebagai keindahan dan sebagai nya , dalam sekejam menurut dratis singkawang menjadi kota yang terbengkalai wajah kesal tidak hanya telihat pada seluruh anggota masyarakat karena kota kesayangan mereka “ tercecer ” dari program otonomi yang sebenarnya memang sudah lama diidamkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar