Minggu, 08 Maret 2020

PERGERAKAN NASIONAL DALAM MENCAPAI DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN


MANDOR BERDARAH
Sekitar 88 km timur Kota Pontianak ,tepatnya disebuah kota kecamatan yang bernama Mandor ,yang juga merupakan bagian dari Kabupaten Landak ,pernah terjadi sebuah tragedi sejarah kelsam pada tahun 1944 .Tentara pendudukan jepang melakukan pembantaian massal di Kalimantan Barat terhadap kalangan feodal lokal ,cerdik pandai ,ambtenaar ,politisi ,tokoh masyarakat ,tokoh agama ,hingga rakyat jelata ,dari berbagai etnis ,suku maupun agama .Borneo Sinbun surat kabar pemerintahan Balatentara jepang ,sabtu 1 Sitigatu 2604 atau juli 1944 halaman pertama menurunkan berita utama .Setidak nya ada 48 nama korban yang dimuat Borneo Sinbun hari itu ,lengkap dengan keterangan umur ,suku,jabatan/perkerjaan . Diungkapkan pula ,penangkapan secara besar-besar pertama kali dilakukan tentara jepang subuh 23 Zyugatu (23 Oktober 1943-pen) ,di susul penangkapan kedua subuh 24 Itigatu (24 Januari 1944-pen) .
Sekitar tiga tahun mendaulat Kalimantan Barat ,tentara pendudukan jepang telah membantai 21.037 orang versi pemerintah provinsi Kalimantan Barat 1977 .Dari lingkungan istana Kadariyah Pontianak ,jepang bukan hanya menangkap dan membunuh Sultan Syarif Muhammad Alkadri ,tetapi juga 59 korban lainya .Sangat sedikit nama korban yang tertulis di Borneo Sinbun itu .Adapun data 21.037 korban ini terungkap dari mulut Kiyotada Takahashi seorang turis jepang yang berkunjung ke Kalimantan Barat 21-22 Maret 1977 kepada Mawardi Rivai (alm) seorang wartawan Pontianak .Tseneo Iseki (izeki) menuliskan :…Selanjutnya saya perlu beritahukan bahwa tuan2 yang telah jadi korban dengan perkara Pontianak banyaknya 4486 orang (pen) .Setelah 1946 sampai awal 1949 ,waktu berkuasa pemerintah sekutu semua tulang belulang korban ,terutama di mandor ,dikumpulkan 
Pada 1976/1977 ketika itu pemerintah daerah tingkat I Kalbar membangun sebuah monument di mandor .Kompleks monumen dilengkapi pula dengan plaza yang luas ,di kiri-kanan monumen dibuat dinding beton ,masing-masing berukuran 15+2,5 berhiaskan relif .monumen ini di ersitek oleh Ir.M.Said Djafar (putra salah satu korban mandor) ,pelaksanaan pembangunan H.Fachrozi BE (CV Novan Nayan ,Pontianak) .Desain relief oleh seniman lukis Kalbar Syekh Abdul Aziz Yusnian ,pembuatan relief oleh hermani Cs .seniman Yogyakarta .Dengan Perda No. 5 Tahun 2007 ,Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan 28 juni sebagai hari hari Berkabung Daerah (HBD) Kalimantan Barat .Pengibaran bendera setengah tiang 28 juni di Kalimantan Barat ,dimulai pada 2007 .Kalimantan Barat berkabung atas malapetaka yang ditimbulkan tentara pendudukan jepang 1942-1945.

LAHIRNYA KOTA KETAPANG
Nama kota tanjungpura kuno menurut catatan orang portugis, inggris, belanda dan perancis disebut juga dengan nama taniampuro, taiao puro dan tanjungian. Beberapa orang eropa yang menamai peta wilayah geografis tanjungpura kuno dengan nama tersebut adalah Ferdinand magelhans (1523), Antonio pigafetta (1525), Sebastian muster (1540), Gastaldi (1548), ramusio (1554), Gerard Mercator (1569), Abraham ortelius (1570), Girolamo olgiato (1570), petrus plancius (1594), theodore de bray (1598; 1602), willem blaeu(1635), dan jan jansson (1657).
Menurut gusti kamboja (2004), seperti yang ia kutip dari atlas sejarah yang disusun Muhammad yamin tahun 1965, bahwa untuk mengidetifikasi nusantara raya menurut mpu prapanca di dalam naskah negarakertagama, wilayah geografi kota Ketapang saat itu diberi nama tanjungpura. Kemudian dalam peta pada masa kesultanan riau-johor (harun, 2003), wilayah kota Ketapang diberi nama matan.
Perubahan nama wilayah dari tanjungpura menjadi matan dan kemudian Ketapang. Tidak di ketahui pasti (kamboja, 2004). Hal ini karena tidak ada cataatn sejarah atau prasasti yang menunjukan peristiwa itu. Namun, perubahan tempat atau kota pada masa kerajaan, diduga akibat perubahan letak kerajaan atau berubahnya raja yang berkuasa di tempat itu akibat suatu peristiwa tertentu (perang, bencana alam, keputusan raja). Mengutip gusti kamboja (2004), perubahan nama kota matan menjadi ketapang kemungkinan berasal dari nama kampung ketapang yang terletak di pinggiran sungai Ketapang kecil oleh pemerintah republik Indonesia.
Kemungkinan lain nama Ketapang mengambil nama tumbuhan pantai, yaitu pohon Ketapang (terminalia catappa) yang banyak tumbuh di sepanjang pantai. Pada masa kerajaan pra-islam, pemberian nama kota atau negeri biasanya sama dengan nama kerajaan itu sendiri. Kebiasaan itu misalnya, kerajaan kediri, Cirebon, landak, mempawah dan sambas (kamboja, 2004). Kota Ketapang sampai saat ini pun belum mengetahui kapan berdirinya ibukota kabupaten ini. Sejarah Ketapang sebagai tempat pernah berdirinya kerajaan tanjungpura-matan memang tertua di antara kabupaten/kota lainya di provinsi Kalimantan barat.   


PEMERINTAHAN KOTA PONTIANAK
DARI SULTAN SAMPAI WALIKOTA
            AL-Habib Hussein merupakan seorang penyebar agama islam yang lahir pada 1706 M dan bersal dari kota Trim Hadralmaut tepatnya disekitar wadi Hadralmaut ,yang merupakan satu dari sejunlah satu kecil sungai di negeri Arab .Beberapa diantaranya para penyebar agama islam yang melakukan kegiatan dikawasan nusantara mendapatkan kewibawaan sebagai Syarif atau Syekh degan memperoleh pengaruh besar di kalangan raja-raja seperti Palembang ,Banjarmasin ,Cirebon ,Siak ,dan Pontianak .Mempawah menjadikan Al-Habib Hussein sebagai tokoh yang berpengaruh .Akhirnya beliau dipercaya menjadi Mufti selama 15 tahun di kerajaan Mempawah ,perjalanan hidup Al-Habib Hussein terhenti ketika pada 3 Dzulhijah 1184 H (1770) beliau wafat di Kerajaan Mempawah .
            Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadri rabu tanggal 14 Rajab 1185 bertepatan dengan 23 Oktober 1771 .Syarif Abdurrahman Alkadri lahir di Matan pada hari senin tanggal 15 Rebuul awal 1154 H (1739 M) ,sebagai anak kedua dari Al-Haib Hussein .Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, rombongan Syarif Abdurrahman Alkadri membuka hutan dipersimpangan tiga Sungai Landak Sungai Kapuas kecill dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak .Barkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadri ,Kota Pontianak berkembang menjadi kota Pedagangan dan pelabuhan .
            Tahun 1192 Hijriah ,Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagi Sultan Pontianak Pertama .Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Raya Sutan Abdurrahaman Alkadri  dan istana Kadariah ,yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur .Adapun Sultan yang pernah memengang Pemerintahan Kesultanan Pontianak ialah:Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Nur Alam Bin Husien Al-kadrie (1778-1808) ,Sutan Syarif Kasim Al-Kadri (1808-1819) ,Sultan Syarif Usman Al-kadrie (1819-1855) ,Sutan Syarif Hamid Al-Kadrie (1855-1872) ,Sultan Syarif Yusuf Al-Kadrie (1872-1895) ,Sultan Syarif Muhammad Al-Kadrie (1895-1944).

PERJUAGAN RAKYAT SAMBAS MENENTANG PENJAJAH
Pemerintah kolonial belanda mengusulkan kepada ratu wilhelmina,.untuk dibangun jembantan beton yang kokoh. Masing-masing satu jembatan menghubungkan antara kampung satu dengan kampung yang lain.ternyata usulan dengan dalil-dalil itu pun diterima.perang Asia Timur Raya 1941-1945.untuk mengantisipasi kehadiran tentara Dai Nippon,pemerintah kolonial belanda mempersiapakan politik bumi hangus.untuk melawan jepang,Kaigun Dai Nippon menduduki kota sambas padatanggal 29 januari 1942.Merasa terdesak oleh kehadiran tentara jepang pemerintah kolonial belanda melakukan praktek bumi hangus, pasar sambas menjadi lautan api, tentara ingin menghancurkan jembatan beton,namun rencana itu di halang oleh masyarakat sambas yaitu Alwi Bakran,Hasyim dan adik bungsunya,ketiga pemuda itu mencegah usaha tentara belanda untuk menghancurkan jembatan beton tersebut, setelah berhasil menaklukkan tentara Belanda,tentara Dai Nippon berhasil benduduki kota sambas.Pada 17 Agustus 1945 telah diketahui oleh beberapa rakyat sambas melalui radio siaran dari serawak.berita itu bersifat rahasia karena jepang masih menguasai sambas .berita kemerdekaan indonesia resmi diketahui oleh rakyat sambas pemuda sambas yang bermukim di pontianak bernama Zainuddin Nawawi dan Gifni Ismail kembali ke sambas.untuk mempertahankan kemerdekaan yang susah direbut,pemuda sambas mendirikan organisasi perjuangan yang diberi nama Persatuan Bangsa Indonesia(PERBIS) pada 15 oktober 1945, rapat bentukan PERBIS di tarbiyatul islam sambas, ketuanya  H.M Siradj Sood.tujuan didikan PERBIS untuk menyatukan rakyat sambas khususnya dan rakyat indonesi, dan guna menghadapi penjajahan NICA. Pada tanggal 27 Oktober 1945 terjadi demontrasi besar-besaran dihalaman istana kerajaam sambas. Ketika H.M.Siradj Sood hendak menaikan bendera merah putih dihalaman kesultanan,akan tetapi beliau tertembah oleh serdadu belanda, beliau pun gugur ditembak  sambil memeluk bendera merah putih.untuk meneruskan pejuangan suprapto dan abdul latif melarikn diri ke hutan lebat.sebulan lamanya mereka bersembunyi,suatu ketika mereka bertemu dengan hasyim ditepi hutan.kemudia hasyim memberitahukan kepada zulkarnain dimana tempat persebunyian meraka berdua.ditemukanya mereka berdua genaplah pengurusan BPDS Sambas.sebuan merupakan sebuah perkampungan kecil di sambas,pada tanggal 13 November 1945 rapat yang dipimpin oleh Dr Salehkan dirumahnya dihadiri para pemuda dan rapat itu pun berhasil menelorakan organisasi yaitu   Barisan Pembentuk Republik Indonesia (BPRI) Penasehat dr salekan,komandan wan abbas. Pada tanggal 10 januari Tiga pejuang gugur yaitu djamaludin ,sa’ad dan hasan.Beruntunglah nasib kapten alianyang yang lolos melarikan diri.
UPACARA TIWAH
            Upacara tiwah merupakan salah satu ritual keaagamaan yang menjadi kekayaan budaya masyarakat ,Dayak  Ngaju  ,Kalimantan Tengah bagi masyarakat Ngaju penganut hindu kaharingan upacara kematian merupakan upacara yang menjadi tradisi sehingga menjadi kebisaan yang membudaya dan melekat sehingga wajib untuk dilaksanakan .

PELAKSANAAN UPACARA TIWAH
            Waktu pelaksanaan upacara tiwah biasanya berlangsung selama sebulan memerlukan persiapan yang matang serta biaya yang cukup besar .Upacara Tiwah dapat dilaksanakan secara bersama-sama gotong royong dan melibatkan banyak orang tanpa membedakan status sosial .Dalam hal ini semakin banyak keluarga yang melaksanakan Tiwah maka akan meringankan biaya yang harus ditanggung.
            Dalam upacara Tiwah pemimpin yang disebut basir dan duhung handepang telun .Sesajian yang digunakan untuk upacara Tiwah banyak menggunakan symbol-simbol serta tarian sakral disebut Ritual upacara Tiwah diyakini sebagai sarana untuk berhubungan dengan kekuatan dan kekuaasaan Tuhan melalui simbol seperti upacara Balai Nyahu ,Sangkairaya ,Tihang Bendera Liau ,Manganjan Belian ,Hanteran Balai anjung-anjung ,Pasah Kanihi ,Sapundu  ,Palangka ,Sandung dan lain-lain.
            Upacara Tiwah ini berfungsi menghantarkan Telu Liau (tri liau)keleu tatau sesuai dengan pesan suci Tuhan kepada utusan (keturunan) maha taja banu dan berfungsi sebagai pensucian bagi mereka yang ditinggalkan (terantam nule)dalam menghantarkan lewu kelewu tatau dengan symbol upacara hanteran basir munduk dan ngarahang tulang .Dalam upacara tiwah ini anggota keluarga diajak untuk mewujudkan bakti kepada keluarga ,leluhur dan badan kita yang telah membantu kita selama hidup .Pada pelaksanaan upacara Tiwah terdapat paliatau pantangan yang harus diikuti oleh peserta Tiwah dan pengujungnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERGERAKAN NASIONAL DALAM MENCAPAI DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

MANDOR BERDARAH Sekitar 88 km timur Kota Pontianak ,tepatnya disebuah kota kecamatan yang bernama Mandor ,yang juga merupakan bagian dar...